Jumat, 24 Februari 2012

Wilayah Perairan Indonesia

Indonesia adalah negara kepulauan terbesar dunia. Secara fisik, dia punya panjang garis pantai mencapai 81.000 kilometer dengan jumlah pulau mencapai lebih dari 17.500 pulau. Luas daratan 1,9 juta kilometer persegi, sementara luas perairan 3,1 juta kilometer persegi. Bukan perkara mudah menjaga wilayah seluas itu. Apalagi sebagai negara kepulauan yang letaknya berada di antara dua samudra dan dua benua, Indonesia berbatasan setidaknya dengan 10 negara, mulai dari Malaysia, Singapura, Thailand, Vietnam, Filipina, Australia, Papua Niugini, Timor Leste, Palau, hingga India.
Sepanjang sejarah, wilayah perairan Indonesia berubah-ubah luasnya, sesuai dengan rezim aturan yang berlaku pada masanya. Menurut pakar hukum kelautan Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FHUI), Agus Brotosusilo, pada masa kolonialisasi Belanda, berlaku ketentuan Territoriale Zee en Maritieme Kringen Ordonantie (TZMKO) 1939, yang dijiwai prinsip Mare Liberum (Freedom of The Sea) seorang genius hukum dan juga bapak hukum internasional asal Belanda, Hugo Grotius (1604).
Pada 13 Desember 1957, pemerintah mendeklarasikan Wawasan Nusantara, dikenal dengan Deklarasi Djuanda. Deklarasi ini menetapkan kawasan perairan di bagian dalam kepulauan Indonesia otomatis menjadi bagian dari wilayah kedaulatan Indonesia. Sementara itu, ketentuan pengukuran 3 mil dari garis pantai setiap pulau diubah menjadi 12 mil.
Lebih lanjut pada April 1982 konsep Wawasan Nusantara diterima menjadi bagian konvensi hukum laut internasional hasil Konferensi PBB tentang hukum laut yang ketiga (UNCLOS).
Selain pengukuran 12 mil tadi, juga ditetapkan tentang kawasan ZEE yang cakupannya mencapai 200 mil dari garis pantai setiap pulau.
Untuk kawasan ZEE, kewenangan hanya sebatas mengelola dan memelihara kekayaan alam saja, sementara di wilayah 12 mil tadi Indonesia punya kedaulatan penuh di daratan, perairan wilayah, dan bahkan terhadap tanah di bawah permukaan air dan ruang udara yang ada di atasnya (sovereign rights).
Memahami sejarah sekaligus aturan yang berlaku terkait penentuan teritorial perairan seperti itu adalah keharusan. Agus mencontohkan, Malaysia sebetulnya mengakui dan menjadi anggota UNCLOS. Namun, sejak kemenangan klaim mereka atas Pulau Sipadan dan Ligitan, beberapa tahun lalu, Malaysia semakin percaya diri dan berkeras tetap berpatokan pada peta wilayah yang dibuatnya sendiri tahun 1979 (klaim unilateral).
”Peta itu memasukkan sejumlah wilayah perairan kita, sesuai UNCLOS, ke dalam wilayah mereka. Maka itu, terjadi sejumlah sengketa akibat klaim sepihak tadi, seperti sebelumnya di perairan Ambalat dan kemarin di sekitar Pulau Bintan,” kata Agus.

Sumber :  http://hankam.kompasiana.com/2010/09/04/wilayah-perairan-indonesia/

Kapten Samadikun Pahlawan Pertempuran Laut di Cirebon



Cirebon adalah sebuah wilayah penting maritim di Indonesia, dan memiliki sejarah kepahlawanan maritim sejak Kesultanan Cirebon berdiri, yang sangat terkenal yakni Fatahillah, menantu Sultan Syekh Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati, pahlawan yang mengalahkan Portugis dan pendiri Jayakarta (Jakarta).

Kisah kepahlawanan maritim lainnya adalah Kapten (Anumerta) Samadikun. Peristiwa pertempuran laut di Cirebon terjadi pada tanggal 5 januari 1947 antara Kapal Gajah Mada melawan kapal Belanda HR MS Kortenaer. Pertempuran ini merupakan ekses perjanjian Linggarjati yang dilakukan Antara pihak RI dengan Belanda dari tanggal 7 – 15 Januari 1946.Eskader ALRI pada perundingan Linggarjati mendapat tugas sebagai pengaman, pengawal dan pengangkut delegasi Belanda yang datang lewat laut.

Hasil perundingan itu menimbulkan pro dan kontra di kalangan tubuh RI, dan berpotensi menimbulkan perpecahan diantara para pejuang. Ditinjau dari sudut pandang militer perjanjian itu sangat melemahkan perjuangan Bangsa Indonesia. Menghadapi situasi seperti itu Panglima Besar Jenderal Sudirman memberikan instruksi untuk tetap waspada dan bersatupadu menghadapi musuh.

Sebagai penjabaran dari instruksi Panglima Besar Sudirman, di Cirebon dibentuk Gabungan Komando Bersenjata dan segera mengadakan manuver latihan pada tanggal 4-6 Januari 1947. ALRI pada latihan itu mengerahkan lima buah Kapal dibawah pimpinan Letnan Satu Samadikun. Eskader yang terlibat antara lain KRI Gajah Mada di bawah Komandan Lettu Samadikun, Kapal Patroli P-8 dibawah komandan Lettu Sukamto, Kapal Patroli P-9 di bawah Komandan Lettu Supomo, Kapal Tunda Semar di bawah Komandan Lettu Toto PS dan Kapal Tunda Antareja.

Tanggal 4 Januari 1947, latihan pendaratan Marinir di Gebang, berjalan lancar di bawah Letda Abdul Kadir. Pada 5 Januari, pasukan eskader keluar jam 06.00 dari Pelabuhan Cirebon menuju Daerah latihan. Pada jarak enam mil terlihat Kapal Belanda HR MS Kortenaer didampingi Kapal Pemburu. Pada jarak empat mil Kapal Belanda mengirim isyarat untuk eskader ALRI agar berhenti, hal itu tidak dipatuhi, bahkan Lettu Samadikun memerintahkan kapal eskader untuk melakukan olah gerak dari formasi lini ke formasi Diamon.

Melihat manuver itu, kapal Belanda melakukan penembakan terhadap Kapal Patroli P-8 dan meleset. Lettu Samadikun mengambil Komando dan memerintahkan unsur eskader melakukan despersi menghindar, sementara KRI Gajah Mada mengambil posisi serang, hal itu dilakukan agar tidak semua eskader mengalami kehancuran.

Tembakan kedua Kapal Belanda langsung diarahkan ke KRI Gajah Mada tepat ke lambung kanan, hingga rusak dan bocor. Situasi menjadi tidak mungkin bertahan, Lettu Samadikun memerintahkan pasukan meninggalkan kapal, lalu mengambil senjata Kaliber 12,7 mm dan melakukan tembakan balasan. Kapal Belanda menembakkan meriamnya bertubi-tubi ke arah KRI Gajah Mada. Akhirnya peluru ke 12 meriam Belanda menenggelamkannya, bersama Komandan Lettu Samadikun.

Dalam pertempuran tersebut Indonesia kehilangan satu kapal, tiga pahlawan gugur serta 26 menjadi tawanan Belanda. Tanggal 7 Januari jenazah Lettu Samadikun ditemukan. Dengan upacara militer jenazah almarhum dimakamkan di TMP Kesenden dan dinaikkan pangkatnya menjadi Kapten Laut Samadikun. Untuk mengenang jasanya namanya dijadikan nama jalan di Kota Cirebon.
Selain di jadikan nama jalan di kota Cirebon Kapten laut Samadikun juga di jadikan nama salah satu kapal perang republik Indonesia dengan nama KRI Samadikun (341)


KRI Samadikun ketika masih di bertugas sebagai USS Claud Jones

Sedikit profil tentang KRI Samadikun

di bangun di Avondale Marine, Westwego, LA, di luncurkan pada tanggal 29 July 1953 dan comisooning 5 May 1959. dan dikirim ke Indonesia dengan nama KRI Samadikun pada 20 February 1973, status sekarang pensiun.

sekian

semoga dengan thread ini dapat menambah pengatahuan teman teman sekalian, saya masih mencari profil Kapten samadikun, punten kalo ada yang mengetahui untuk disertakan disini biar semakin lengkap thread ini, ane dah nyari profil nya tp ga dapet dapet..

moga aja repost

sumber :

http://matahari199.wordpress.com/200...ut-di-cirebon/


http://en.wikipedia.org/wiki/USS_John_R._Perry_(DE-1034
)

http://ms.wikipedia.org/wiki/KRI_Samadikun


 http://www.kaskus.us/showthread.php?t=5783841

Pertempuran Laut Aru (Masa Pembebasan Irian Barat)


Komodor Yosafat Sudarso

Di Yogyakarta pada tanggal 19 Desember 1961, Presiden Soekarno mengumandangkan Komando Pembebasan Irian Barat Tri Komando Rakyat (Trikora). Komando tersebut dicanangkan akibat sikpa ngotot Belanda untuk tetap bercokol di Irian Barat. Padahal telah disepakati bahwa Irian Barat akan diserahkan kepada Indonesia setahun pasca pengakuan kedaulatan 1949.

Upaya diplomatis yang dilakukan Indonesia sejak tahun 1950 mengalami jalan buntu. Di lain pihak, Belanda malah memperkuat kekuatan militernya di Irian Barat. Tindakan Belanda tersebut dijawab Indonesia dengan memperkuat persenjataan APRI melalui pembelian besar-besaran dari luar negeri, antara lain Rusia.

Untuk mengintensifkan perlawanan terhadap kekuatan militer Belanda di Irian Barat, APRI kemudian menggelar sejumlah operasi infiltrasi dan pengintaian. Salah satu operasi infiltrasi dilaksanakan oleh ALRI dengan mempergunakan empat kapal perang ALRI jenis MTB (Motor Torpedo Boat) tipe Jaguar. Kapal-kapal yang dikerahkan pada Januari 1962 ini bernama RI Macan Tutul, RI Macan Kumbang, RI Harimau dan RI Singa.
 
Suatu ketika keempat MTB gress asal Jerman Barat tersebut bermaksud mendaratkan 21 anggota Peleton Tugas Istimewa (Tugis) TNI AD ke Kaimana. Yang menarik, dalam penugasan ini ikut hari Deputy I (Ops) KSAL Komodor Yosafat Sudarso. Ia ikut di salah satu MTB, yaitu RI Macan Tutul, yang dikomandani oleh Kapten Winarno. Karena memuat pasukan dan perahu karet untuk pendaratan, maka keempat MTB tersebut terpaksa dilucuti komponen persenjataan andalannya, yaitu Torpedo 21 inci. Dengan demikian kapal-kapal tersebut hanya menyandang meriam anti serangan udara kaliber 40 mm.

Misi bertolak dari Tanjung Priok tanggal 9 Januari 1962 dipimpin langsung oleh Direktur Operasi MBAL Kolonel Sudomo yang bermarkas di RI Harimau. Keempat MTB bergerak dalam formasi berbanjar. Untuk menjaga kerahasiaan, misi dilarang menyinggahi pelabuhan –pelabuhan yang dapat dilewati. Bahan bakar tambahan dan perbekalan akan disuplai di tengah laut. Bahkan agar misi tidak bocor, kesatuan lain di luar misi sengaja tidak dilibatkan dan tidak dikoordinasikan.

Dalam perjalanan RI Singa mengalami kerusakan kemudi sehingga hanya tiga kapal yang sanggup melanjutkan misi infiltrasi. Setelah berhari-hari berlayar sampailah ketiga MTB di perairan Arafuru, di mana RI Multatuli telah lego jangkar. Di atas kapal berjenis submarine support ship tersebut, diputuskan pendaratan dilakukan pada malam hari 15 Januari 1962. Pukul 17.00 WITA, ketiga MTB bergerak menuju Kaimana dengan kecepatan 20 knot dalam formasi berbanjar.

Operasi meluncur dengan menerapkan status radio silent. Komunikasi hanya terbatas pada tiga MTB saja dan dilarang berkomunikasi di luar itu. Namun pada posisi 04-490 Selatan, 135-020 timur haluan 2390, ketiganya dipergoki oleh dua pesawat intai maritim Belanda jenis  Neptune  dan  Firefly. Tak jauh dari posisi tiga MTB ALRI tersebut, dua fregat Belanda Hr.Ms Evertsen dan Hr.Ms. Kortenaer  ternyata sedang berpatroli. Dua fregat tersebut bergerak cepat dari arah posisi depan dan lambung kanan belakang MTB ALRI. Lalu pada posisi 25 mil barat daya dari Vlakte Hoek, dua pihak yang bermusuhan tersebut berpapasan. Kortenaer yang bergerak pertama kali mendekati MTB ALRI. Setelah mencapai jarak tembak, Kortenaer menembakkan peluru suar yang disusul tembakan peluru tajam. Pada saat yang sama, Neptune terang rendah sambil menembakkan peluru suar berparasut dari udara.

Seketika keadaan sekitar menjadi terang benderang. Untuk mengusir Neptune Belanda, RI Macan Tutul dan RI  Macan Kumbang menembakkan meriam 40 mm. Tembakan balasan Belanda dilontarkan oleh Evertsen, yang diikuti oleh Kortenaer. Guna menghindari tembakan musuh, formasi MTB disusun berbentuk diagonal. Sebelah kiri adalah RI Macan Kumbang,  di tengah RI Harimau dan di kanan RI Macan Tutul.

Ketika dua pihak yang bertikai telah mencapai jarak 1,5 mil, kedua kapal perang Belanda melepaskan tembakan meriam kaliber 120 mm dengan gencar. Keadaan menjadi sangat kritis, sehingga Komodor Yos Sudarso, yang berada di RI Macan Tutul mengambil alih pimpinan misi. Melalui radio telepon, ia memerintahkan untuk membalas tembakan musuh. Selain itu RI Harimau dan RI Macan Kumbang diperintahkan bermanuver berputar untuk mengecoh Belanda, sementara RI Macan Tutul melaju terus lurus ke arah haluan keluar dari formasi sekaligus menghadang kapal musuh. 

KRI Macan Tutul
Melihat manuver tersebut, kedua kapal Belanda segera mengonsentrasikan perhatian dan tembakan ke arah RI Macan Tutul. Reaksi ini diambil Belanda karena MTB merupakan jenis kapal berpeluncur torpedo anti kapal permukaan dan manuver Macan Tutul merupakan gerakan taktis untuk bersiap meluncurkan torpedonya. Belanda tidak mengetahui bahwa ketiga MTB ALRI tidak membawa torpedo. RI Macan Tutul dihujani tembakan berat oleh dua fregat Belanda tersebut.

RI Harimau dan RI Macan Kumbang dengan manuver zigzag berhasil meloloskan diri. Di antara dentuman tembakan meriam, Komodor Yos Sudarso masih sempat berkomunikasi lewat radio telepon dan mengumandangkan pesan: “Kobarkan Semangat Pertempuran”. Akhirnya tembakan kapal-kapal Belanda mengenai bagian buritan sebelah kiri RI Macan Tutul sehingga menimbulkan bunga api besar.

Tembakan tersebut ternyata mengenai kamar penyimpanan mesiu. Tak lama kemudian, secara perlahan RI Macan Tutul tenggelam. Komodor Yos Sudarso, ajudannya Kapten Memet, Komanda Kapal Kapten Winarno serta 25 penumpang lainnya pun gugur.
 
Sumber :  http://sejarah-militer.blogspot.com/2011/03/pertempuran-laut-aru-masa-pembebasan.html

Keunggulan Angkatan Laut Indonesia Dibandingkan Amerika Serikat

Keunggulan Angkatan Laut Indonesia Dibandingkan Amerika SerikatSebagai negara adidaya, Amerika Serikat memiliki kekuatan maritim terbesar di dunia. Namun, Angkatan Laut AS justru menyatakan masih harus belajar dari Indonesia mengenai operasi militer di laut, yang memiliki karakter khusus.

Pengakuan itu disampaikan Laksamana Madya Scott van Buskirk, Panglima Armada ke-7 militer AS. Menurut van Buskirk, Angkatan Laut Indonesia memiliki keunggulan tertentu yang masih harus dipelajari AS dan ini terlihat dalam latihan militer bersama pasukan maritim kedua negara, Cooperation Afloat Readiness and Training (CARAT) di Laut Jawa akhir Mei lalu.
Baca Juga :

Amerika Serikat – Pakistan Bersitegang, Pasca Tewasnya Osama
Warga Amerika Serikat Rayakan Tewasnya Osama Bin Laden
Tornado Terjang Amerika Serikat Lagi
“Si Anak Kampoeng” Berjaya di Amerika Serikat
13 ABK Indonesia Belum Diketahui Nasibnya

Menurut van Buskirk, satu hal yang harus dipelajari militernya dari Indonesia adalah taktik operasi militer dengan perahu atau kapal berukuran kecil saat berada di perairan dangkal. “Wilayah ini memiliki perairan dangkal yang cukup signifikan. Kemampuan kami tidak sekuat yang dimiliki Indonesia,” kata van Buskirk dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis 16 Juni 2011.

“Angkatan Laut Indonesia berpengalaman dalam beroperasi di laut dangkal. Kami harus banyak belajar dari Angkatan Laut Indonesia bagaimana menjalankan misi di laut seperti itu,” lanjut van Buskirk.

Sebagai Panglima Armada ke-7 militer AS, yang beroperasi dari Samudera Pasifik sebelah barat hingga Samudera Hindia, van Buskirk memiliki 70 kapal dari berbagai tipe, 200 pesawat, dan 40.000 personel Angkatan Laut dan Korps Marinir. Namun, menurut van Buskirk, pihaknya masih kekurangan kapal-kapal yang bisa berkeliaran di laut dangkal.

“Kami belum memiliki banyak kapal untuk beroperasi di perairan itu, sedangkan Indonesia punya cukup kapal…Maka kita harus belajar lagi dengan Indonesia untuk saling meningkatkan kemampuan,” kata van Buskirk.

Dalam latihan militer bersama bulan lalu, van Buskirk juga mengakui kemampuan pasukan Indonesia dalam menjalankan operasi dari helikopter ke kapal. “Kemampuan itu dibutuhkan untuk operasi darurat, seperti penyelamatan sandera dari suatu kapal yang dibajak perompak,” kata van Buskirk.

Sebelumnya, Komandan Gugus Tugas 73 Angkatan Laut AS, Laksamana Muda Thomas Carney, sebelum latihan bersama Mei lalu menyebut bahwa TNI-AL memiliki banyak pengalaman dalam operasi anti perompakan dan patroli di beberapa perairan tersibuk di dunia. “Sehingga kami sangat ingin melatih kemahiran ini bersama,” kata Carney.

Van Buskirk juga mengungkapkan bahwa selama latihan gabungan itu, Indonesia juga belajar pengalaman dan kemampuan AS dalam peperangan dengan kapal selam. “Banyak negara juga berlatih dan belajar dengan kami mengenai teknik peperangan itu karena kami sudah bertahun-tahun menguasainya,” kata van Buskirk.

Selama mengikuti latihan gabungan dengan Indonesia, AS membawa tiga kapal perang dan 1.600 personel AS dan Marinir. Selain operasi militer, latihan itu juga diisi dengan acara bakti sosial seperti pelayanan medis umum dan gigi kepada penduduk lokal.

Van Buskirk mengunjungi Indonesia selama tiga hari sejak 15 Juni 2011. Selama kunjungan van Buskirk bertemu dengan Kepala Staf TNI AL, Laksamana Soeparno dan Panglima Armabar Laksamana Muda Hari Bowo. Van Buskirk juga memberi kuliah umum di Sekolah Staf Komando AL. • VIVAnews

Kamis, 23 Februari 2012

Saka Bahari Modern

Pramuka tepuk tangan....
Pramuka Sandi-sandi.....
Pramuka Bikin Tenda.. dan lain – lain
Akh....Bosen and Jadul

setelah masa jabatan Kak Yugo berakhir, Kak Bintang akhirnya dilantik.
Pada masa jabatan Kak Bintang, masih banyak tugas yang harus di jalankan, ada beberapa agenda yang belum bisa terlaksanakan, itu menjadi beban yang agak berat bagi kami pengurus Saka Bahari sekarang.
Kak Bintang berkonsultasi dengan pengurus yang lain, seperti Kak Rinno,Kak Mirna, dan Kak Pandu..
banyak usul-usul yang bagus dari Kakak-kakak ini, namun jujur kita juga masih ragu untuk membuat Agenda tersebut..
akhirnya Kak Pandu dan Kak Bintang berkonsultasi dengan Kak Yugo, banyak masukan-masukan yang di berikan Kak Yugo, namun Kak Bintang dan Kak Pandu tertarik dengan kata-kata Kak Yugo yaitu “ usahakan kalian bikin agenda, yang berguna untuk masyarakat “.
jujur Kak Bintang dan Kak Pandu masih penasaran dengan kata-kata Kak Yugo tadi..
akhirnya Kak Bintang dan Kak Pandu berkonsultasi dengan Kak Setyo, masukan-masukan Kak Setyo hampir sama denga masukan dari Kak Yugo, dan anehnya Kak Setyo juga berkata hal yang sama denga Kak Yugo yaitu “ usahakan kalian bikin agenda, yang berguna untuk masyarakat “.
hal ini membuat kami penasaran, dan mencoba mengkumpulkan pengurus yang lain untuk rapat di kediaman Kak Bintang.
Para penguruspun juga agak bingung dengan kata-kata Kak Yugo da Kak Setyo tadi.
Akhirnya Kak Bintang da Kak Pandu membuat kesimpulan, bahwa kita harus membuat agenda yang dimana setiap agendanya selain mendapat ilmu ternyata bisa di gunakan untuk daya jual.
Akhirnya Kak Bintang,Kak Mirna dan Kak Pandu, membuat agenda yang membuat Pramuka Nggak Jadul Lagi...

Seperti Desain Grafis, Blogger, Jejaring Sosial, Bandeng Tandu, Bakso Ikan.
Dan masih banyak agenda yang akan di laksanakan.
Namun kita juga tidak menghilangkan agenda seperti PBB,Jungle Survival,Renang, dan lain-lain..

Ok See You at Next Artikel

Selasa, 21 Februari 2012

Gambar Bendera Isyarat



Pantai - pantai terindah di Indonesia

 Indonesia memiliki sejumlah pantai yang memukau. Bahkan, sebagian diantararanya sudah menjadi destinasi wisata bagi turis manca negara. Nah, diantara banyak pantai itu, wartapedia merangkumnya menjadi enam pantai terindah.
1. Pantai Senggigi, Lombok
Pantai Senggigi merupakan tempat pariwisata yang terkenal di Lombok. Letaknya di sebelah barat pesisir Pulau Lombok. Pantai ini menawarkan pemandangan bawah lautnya sangat indah, dan wisatawan bisa melakukan snorkling sepuasnya karena ombaknya tidak terlalu besar.

Buat para pelancong, jangan khawatir, karena tersedia hotel-hotel dengan harga yang bervariasi, dari harga yang mahal sampai ekonomis.
Kelebihan:
  • Pesona Terumbu karang yang memukau
  • Hotel dan Resto harga terjangkau

2. Pantai Kuta, Bali
Pantai Kuta adalah sebuah tempat pariwisata yang terletak di sebelah selatan Denpasar, ibu kota Bali, Indonesia. Kuta terletak di Kabupaten Badung. Daerah ini merupakan sebuah tujuan wisata turis mancanegara, dan telah menjadi obyek wisata andalan Pulau Bali sejak awal 1970-an.

Pantai Kuta sering pula disebut sebagai pantai matahari terbenam (sunset beach) sebagai lawan dari pantai Sanur. Di Kuta terdapat banyak pertokoan, restoran, dan tempat permandian serta menjemur diri.
Kelebihan:
  • Panorama Sunset
  • Ombak buat Surving
  • Akses mudah ke kota
  • Hotel, Resto, dan Bar di sekitar pantai
3. Pantai Plengkung
Pantai plengkung di banyuwangi menawarakan sensasi wisata yang luar biasa. Bentuknya yang melengkung (plengkung) di ujung tenggara Pulau Jawa memiliki ombak yang fantastis. Tak heran bila banyak turis yang datang ke tempat ini.

Deburan ombak tinggi yang memanjang membuat pantai ini menjadi surga para surfing. Sayang, untuk mencapai lokasi ini harus ditempuh jalur laut dari Banyuwangi atau Bali. Sebab, jika melalui jalan darat harus melalui taman nasional alas Purwo dengan akses jalan yang terjal. Pastikan kendaraan Anda adalah seri 4WD.

Kelebihan:
  • Surfing
  • Sunset view
  • Alam yang masih natural
  • Pendaratan penyu di sebelah timur.


4. Pantai Indah, Pangandaran
Pantai Indah Pangandaran adalah sebuah pantai yang terletak di pantai selatan. Menurut Asia Rooms, pantai terbaik di Pulau Jawa terdapat di obyek wisata pantai Jawa Barat.

Pantai ini terletak di Desa Pananjung, Kecamatan Pangandaran, dengan jarak kurang lebih 92 km arah selatan kota Ciamis.

Kelebihan:
  • Sunset dan Sunrise
  • Pantai landai air jernih
  • Hamparan pasir putih.
  • Akses jalan bagus
  • Taman laut berisi kehidupan laut
5. Pantai Parai Tenggiri, Bangka Belitung
Pantai Parai Tenggiri menawarkan pesona pantai wisata keluarga. Pantai yang terletak di kawasan daerah Matras, Sungailiat, Bangka Belitung ini kerap dijadikan obyek wisata dan terkenal dengan batuan granit berbagai ukuran. Fasilitas yang tersedia antara lain h
Kelebihan:
  • Fasilitas Outbond
  • Olahraga Air
6. Pantai Parangtritis, Yogyakarta
Parangtritis adalah sebuah tempat pariwisata berupa pantai pesisir Samudra Hindia yang terletak kurang lebih 25 kilometer sebelah selatan kota Yogyakarta.Obyek wisata ini cukup terkenal di Yogyakarta, selain obyek pantai lainnya seperti Samas, Baron, Kukup Krakal, dan Pantai Glagah.

Parangtritis mempunyai keunikan pemandangan yang tidak terdapat pada obyek wisata lainnya. Saat suro-an (bulan Muhharam) tempat ini banyak dikunjungi untuk melakukan ritual.
Kelebihan:
  • Pesona ombak laut kidul
  • Bibir pantai yang memanjang dari timur ke barat
  • Makanan dan penginapan terjangkau

Sumber : http://wartapedia.com/wisata/wisataalam/1066-deretan-6-pantai-terindah-di-indonesia.html